Prospek Logistik Ciamik, Putra Rajawali (PURA) Bidik Pendapatan Naik 50% pada 2022

Tanggal

02 Jan 2022

Kategori

Bisnis

Dilansir Oleh

Bagikan




KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) melihat bisnis logistik di tahun 2022 akan semakin ciamik. Hal itu didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang akan berdampak pada kinerja ekspor. Adapun perseroan pun targetkan pertumbuhan pendapatan bisa naik 50% di tahun 2022.

Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) Ariel Wibisono mengatakan bisnis logistik di tahun 2022 akan menjadi momentum perubahan pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya 3,7% menjadi 5,5%.

“perbaikan ekonomi global akan berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Minggu (2/1).

Di samping itu, Ariel menilai pertumbuhan sektor logistik tahun 2022 akan didorong terutama oleh kinerja sektor industri pengolahan terutama Perindustrian terutama non-migas, diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, kemudian sektor perdagangan sektor konstruksi serta sektor pertambangan, dan sektor energi.

Ariel menilai di tahun 2021 lalu, kontributor industri pengolahan non-migas adalah industri makanan dan minuman sebesar 38,4% diikuti industri kimia dan farmasi 11,4%, industri alat angkutan 8,4% serta industri tekstil dan pakaian jadi 6,1%.

“Ini merupakan back bone Pura Trans di dalam bisnis supply chain logistik,” katanya.

Di tahun 2022, PURA juga telah menyiapkan sejumlah strategi seperti menjalankan Rantai pasok dalam industri dengan mengefisiensikan sistem dan cara kerja dengan menjadi Perusahaan multimoda dengan konsep single document dengan menguasai jalur tol laut dan jalur kereta api.

Adapun perseroan juga berencana akan memperluas daerah jangkauan sesuai permintaan dan pertumbuhan infrastruktur yang terus dibangun. “Kami berencana akan berekspansi di wilayah Sumatera,” ujarnya.

Selain wilayah jangkauan, PURA juga akan menambah diversifikasi di sektor energi, dengan terlibat di dalam supply chain logistik energi terutama rantai pasok untuk gas serta juga merambah di komoditas seperti pupuk dan gula, dalam hal pendistribusian di level upstream dan downstream.

Untuk mendorong rencana bisnis tersebut, PURA menyiapkan belanja modal atau capex sebesar Rp 68 miliar. Kegunaan belanja modal akan digunakan untuk menambah alat-alat angkut seperti isotank, container dan aksesoris pendukung komoditas-komoditas dan energi.

Adapun dengan persiapan rencana ekspansi tersebut perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan 50% dan peningkatan laba bersih sebanyak 15% di tahun 2022.

Meski demikian, PURA masih melihat adanya tantangan-tantangan di tahun ini seperti melakukan transformasi bisnis model perseroan dari single moda menjadi multimoda.

Ariel mengatakan hal itu mampu mengakselerasikan pendistribusian dengan cepat dan volume massif yang membutuhkan proses dan sinergi antar moda agar saling mendukung baik untuk logistik darat dan laut.

“Untuk mendukung tantangan itu, upaya PURA sudah berhasil menjalankan dengan moda kereta dan tahun depan kami akan merealisasikan dengan moda kapal untuk penguasaan jalur tol laut mendukung pendistribusian cepat lintas Jawa-Sumatera dengan volume besar,” tutupnya.